Sungguh saya tidak mengerti mengapa cara orang menaruh hati dan alat kelaminnya harus menjadi sebuah isu nasional. Sungguh kita adalah sebuah bangsa yang bodoh dan mau dibodohi. Sungguh mudah bersuara kalau diprovokasi, apalagi kalau membawa kata-kata kunci agama dan moral.
Moral? Sungguh menggelikan. LGBT dianggap perusak moral bangsa. Lalu saya ingin bertanya, moral seperti apa yang dirusak? Bagaimana ceritanya laki-laki mencintai laki-laki lain atau perempuan mencintai perempuan lain menjadi dekadensi moral? Baiklah kalau kita mau bicara soal moral. Sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi Pancasila dengan sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dimana semua rakyat Indonesia (katanya) harus beragama, negara kita tetap menjadi salah satu negara dengan tingkat korupsi yang cukup tinggi di dunia.
Belum lagi budaya buang sampah sembarangan, tidak mau antri, atau sisa-sisa kejayaan jaman dulu yang sangat hirarkikal dimana manusia berkasta sehingga kita sering memperlakukan asisten rumah tangga secara tidak manusiawi. Apakah kita pernah ribut soal berapa banyak laki-laki yang memukuli istrinya, sehingga menjadi isu nasional? Mengapa kita mengangguk-angguk mendengarkan ceramah pemuka agama yang uang ceramahnya dipakau untuk kawin lagi dengan perempuan dibawah umur? Mengapa lebih banyak manusia yang ribut soal LGBT dibandingkan saling argumentasi soal kesetaraan pendidkan nasional?
Pekerjaan saya membuat saya bertemu dengan berbagai macam manusia dalam berbagai macam kejadian. Saya menyaksikan pada satun kejadian bencana, banyak orang yang melakukan pelaporan ganda atas kerusakan yang dialami, agar bisa mencari untung. Belum lagi bantuan yang tidak sampai kepada yang membutuhkan dan yang lainnya.
Pengerusakan bahkan pembunuhan yang terjadi hanya karena tidak sepaham dalam satu hal (biasanya paham agama) juga terjadi di negara yang seharusnya ber-motto Bhinneka Tunggal Ika. Negeri dimana perbedaan seharusnya menjadi warna, bukan bencana.
Itukan moral yang kita bicarakan? Mengapa kita lebih takut anak-anak kita akan menjadi gay atau lesbian daripada takut anak-anak kita menjadi koruptor, pemerkosa dan pembunuh?
Moral? Yeah, right.
Biarkanlah orang mengurusi hati dan kelaminnya sendiri tanpa kita harus campur tangan.